Fisika Kesehatan Kebidanan
Pengertian ilmu fisika kesehatan (medical physics) adalah ilmu yang menghubungkan dua bidang kajian yaitu ilmu fisika dan ilmu kesehatan serta keterkaitannya dengan artian yang sangat luas.
Bidang pertama (physics of physiology) : penerapan fungsi ilmu fisika pada tubuh manusia dan penerapannya untuk mengatasi penyakit yang dialami oleh tubuh.
Bidang kedua : penerapan ilmu fisika pada kegiatan teknik pemeriksaan medis.
A. Matematika sebagai alat bantu dalam ilmu fisika kesehatan
dalam bidang kesehatan banyak permasalahan medis yang harus di selesaikan dengan melibatkan perumusan matematika, seperti : persamaan gerak tubuh, aliran darah, proses detak jantung, proses interaksi antar sel-sel tubuh.
B. Pengukuran besaran
semua alat ukur memiliki skala pengukuran yang terkecil. jika suatu proses pengukuran hanya menghasilkan besarannya saja, maka hanya menghasilkan nilai skalar pengukuran. suatu besaran yang memiliki besar dan arah disebut sebagai besaran vector.
C. Satuan besaran fisika
gaya memiliki satuan newton dengan nilai persamaan kg.m/s kuadrat. satuan besaran fisika di dalam dunia kesehatan meliputi : kg (berat badan), derajat celcius (temperatur tubuh), cm kubik (volume cairan yang akan di suntikkan ke dalam tubuh), MmHg (milimeter merkuri (hydrargyrum) (untuk satuan tekanan darah).
D. Besaran pokok dan besaran turunan
besaran pokok adalah besaran dasar yang tak teruraikan lagi. besaran turunan adalah besaran yang tersusun lebih dari satu besaran pokok.
besaran pokok :
panjang (jarak) meter (m)
massa kilogram (kg)
waktu second (sec) atau detik
temperatur kelvin (K) atau celcius (C)
arus listrik ampere (A)
intensitas cahaya candela (Cd)
jumlah zat mol (mol)
besaran turunan :
kecepatan m/s
luas m kuadrat
volume m kubik
gaya kg.m/s kuadrat
Setelah mengetahui pengertian dasar dari ilmu fisika kesehatan, selanjutnya kita akan belajar mengenai biomekanika dalam kebidanan.
Definisi : ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem biologi. kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi juga fisiologi.
A. Pengertian gaya
gaya diartikan sebagai dorongan atau tarikan. benda yang bergerak akibat tarikan atau dorongan itu membutuhkan gaya. untuk melakukan suatu gaya diperlukan tenaga. gaya tidak dapat dilihat namun pengaruhnya dapat di rasakan. semakin besar gaya yang dilakukan maka semakin besar pula tenaga yang diperlukan. besar gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. satuan gaya di nyatakan dalam newton (N). gaya dapat mempengaruhi gerak dan bentuk benda.
B. Macam-macam gaya
berdasarkan sumber tenaga yang diperlukan, gaya dibedakan menjadi beberapa, diantaranya yaitu :
gaya otot
gaya yang di hasilkan oleh otot, misal : ibu hamil yang sedang mengejan dalam proses persalinan.
gaya gesek antara dua benda
gaya yang terjadi karena bersentuhannya dua permukaan benda, misal : ketika kita akan terjatuh.
gaya listrik
gaya yang terjadi karena aliran muatan listrik, berlaku untuk semua alat kebidanan yang menggunakan listrik.
gaya magnet
gaya yang di timbulkan oleh tarikan atau dorongan dari magnet. misal : kompas.
gaya gravitasi
gaya yang di timbulkan oleh tarikan bumi.
C. Gaya pada tubuh
gaya pada tubuh dibagi menjadi 2 yaitu :
gaya pada tubuh
gaya pada tubuh dapat diketahui seperti ketika kita menabrak ke suatu benda.
gaya pada tubuh dibagi menjadi 2 tipe, yaitu : gaya pada tubuh dalam keadaan stabil dan gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis.
gaya dalam tubuh
ciri-ciri gaya dalam tubuh yaitu tidak diketahui, misalnya otot. dan berikut adalah contoh-contoh gaya dalam tubuh pada fisika kesehatan :
gerakan pernapasan, gerakan jantung, gerakan pembuluh darah, gerakan saluran pencernaan, kelenjar, dan alat kelamin.
D. Gaya gravitasi
gaya gravitasi dibagi menjadi 2 yaitu :
pengaruh gaya gravitasi terhadap tubuh
pengaruh gaya gravitasi terhadap tubuh, meliputi : berat badan, varises, edema tungkai, masuk trimester ke 3 posisi bayi masuk ke dasar panggul, ketika hamil pusat gravitasi berubah semakin ke atas sehingga mengakibatkan terbentuknya hiperlordosis, dan lain-lain.
gaya yang mempengaruhi tubuh
gaya yang mempengaruhi tubuh, yaitu gaya pada tubuh manusia, misalnya saat tubuh menabrak benda. selain itu, ada juga gaya otot yang merupakan salah satu contoh dari gaya yang dapat mempengaruhi tubuh.
E. Keseimbangan
jenis-jenis keseimbangan :
1. keseimbangan stabil (keseimbangan tepat)
benda yang memiliki keseimbangan tetap, jika di ganggu dengan cara memberikan gaya padanya, maka titik benda akan naik, dipengaruhi luas pijakan dan titik pusat gravitasi, misal ketika kita berdiri tegak diberikan dorongan dari depan dan belakang, namun kita masih bisa mempertahankan.
2. keseimbangan labil (keseimbangan goyah)
benda yang memiliki keseimbangan labil, jika di ganggu dengan cara memberikan gaya padanya, maka titik berat benda akan turun. misal : pendulum, kita berdiri di luas permukaan kecil.
3. keseimbangan netral
benda yang jika diberikan gangguan, maka titik berat benda tidak naik maupun tidak turun, maka benda akan seimbang di sembarang keadaan.
F. Sistem keseimbangan
menentukan benda yang menjadi pusat perhatian dari sistem keseimbangan, gambar gaya eksternal yang bekerja pada objek tersebut, pilih koordinat yang sesuai gambar komponen-komponen gaya dalam koordinat yang telah dipilih tersebut, terapkan sistem keseimbangan untuk setiap komponen gaya, pilih titik tertentu untuk menghitung torsi dari gaya-gaya yang ada terhadap titik tersebut.
dari persamaan yang dibentuk, keseimbangan tubuh dipengaruhi oleh :
a. tercapai dan meningkat bila :
1. letak pusat gravitasi direndahkan, seperti posisi duduk atau berbaring.
2. peningkatan luas permukaan penyangga, seperti posisi tidur, posisi duduk, berjalan dengan telapak kaki.
b. berkurang bila :
1. menaikkan pusat gravitasi, dengan cara angkat tangan ke atas, menjunjung barang di atas kepala.
2. mengurangi dasar permukaan penyangga, seperti berjalan menjinjit atau berjalan dengan satu kaki.
G. Biomekanika pada manusia
sistem pengungkit tipe 1
titik tumpuan terletak di antara gaya berat (W) dan gaya otot (M)
contoh : posisi diam atau tegak.
sistem pengungkit tipe 2
gaya berat (W) di antara titik tumpuan dan gaya otot (M)
contoh : posisi jinjit.
sistem pengungkit tipe 3
gaya otot (M) di antara titik tumpuan dan gaya berat (W)
contoh : posisi tangan mengangkat beban.
sampai bertemu kembali di blogger bidan Hasna untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai materi fisika kesehatan dalam bidang kebidanan, terima kasih telah meluangkan waktunya dan jangan lupa tetap stay tune di blog selanjutnya :)
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
πͺπ»✊π»ππππ
BalasHapus